Perasaan pertama kali memulai sesuatu dan meninggalkan sesuatu memang beda ya. Yang ingin aku buka kembali dari koper ( baca : otak) adalah perasaan bertemu tempat baru. Seperti saat kita mulai beranjak sekolah ( kalau aku si agak sulit mengingatnya). Tapi saat aku pertama kali sekolah dari TK ke SD perasaan itu muncul. Perasaan yang kira – kira campuran dari rasa asing terhadap lingkungan dan orang, takut dan grogi jadi satu bercampur sedikit rasa senang dan sedih. Kalau bisa dibilang nano – nano tapi banyakan asing.

aku masih ingat saat ibuku pertama kali memakaikan seragam putih merah sambil berkata ” ah anakku sudah SD hari ini”. Masuk kekelas dengan perasaan yang aneh, menelaah setiap sudut kelas dan memilih bangku. Lalu perasaan takut nanti aku sebangku dengan siapa ya. Perasaan bertemu guru baru dan aku masih ingat rasanya. Beranjak dari kelas 1 sampai kelas 6 aku hanya merasakan sedikit perasaan itu. Mungkin karena aku sudah kenal dengan lingkungan sekolah, jadi groginya hanya sedikit.

Saat mulai beranjak SMP aku juga merasakan hal yang sama. Lebih parah, apalagi karena aku sekolah di SMP yang agak jauh dari rumah, frekuensi bertemu kawan satu SD itu sedikit, kabanyakan dari luar daerah dan itu menimbulkan perasaan yang lebih dahsyat dari lainnya. Banyak pertanyaan yang berkecamuk. Tapi yang lebih penting adalah kenalan dengan bangunan sekolah. Bangunan. Ya benda mati ini akan aku huni selama 3 tahun. Setiap hari kecuali minggu. Aku datangi dan aku jadikan tempat menimba ilmu dan berlindung. Walaupun tak 24 jam tapi sebagian besar waktu hidup ( tidur tidak dihitung ya) aku habiskan disini. Rasa pertama kali datang ke sekolah diantar sampai dapat bis oleh ayah, lalu sampai di sekolah baru, melihat gerbang sesaat lalu rasa itu datang.

Melihat keatas gerbang dan berkata. Hai SMP be nice ya. Aku akan jadi pasukanmu mulai hari ini. Lalu masuk kekelas. Pandangan mengintari kelas dan penghuninya. Menyapa bangku kosong, jendela, papan tulis dan meja guru. Setelah proses itu selesai. Aku mulai mlihat anak sekelilingku. Mengamati wajah mereka satu persatu. Dan tahun kedua juga ketiga aku mulai terbiasa jadi anak SMP.

Saat SMA aku masih ingat pertama kali datang bersama ayah dan ibu, naik mobil kita yang saat itu masih kuno sekali. deg – deg an di hari pertama daftar dan hari terakhir pendaftaran karena nunggu takut tergeser. Setelah fix sekolah di SMA itu, aku datang sendiri untuk selesaikan administrasi. Setelah selesai urusan bayar  membayar, aku naik ke atas lantai dua, kelas yang akn jadi kelasku. Aku pandangi pintunya, lalu lorong aku perhatikan,dan aku pandangkan mataku kearah lapangan tengah dan kridangga. Dan aku berbisik “ hai kalian salam kenal aku akan jadi bagianmu mulai senin esok”. Rasa itu masih ada dan menetap sampai 3 harian, saat MOS saja. setelah itu semua walaupun masih asing bisa aku tepiskan.

Rasa itu muncul saat aku menghadapi hal baru, pindah ke kota baru, masuk universitas, kost bahkan saat memasuki kantor baru. Rasanya asing. Dan ga bersahabat. Tapi lambat laun bisa aku hadapi dan kadang aku kangen rasa itu. Saat di Surabaya misalnya. Rasanya ketika aku melihat langit aku mematyapkan hati kalau aku akan berada disana dalam watu yang lama. Well aku akui agak berlebihan tapi itulah adanya. Aku merasakan ada rasa yang berbeda, dan nagih saat berada di tempat baru dan asing.  Dan rasa itu hadir ketika aku mendengarkan lagu Adhitia Sofyan yang Adelaide Sky. Rasa itu tiba – tiba dibangkitkan dengan amat apik dan jadi kenangan yang mmmm gimana gitu rasanya.

Entahlah mungkin tak semua orang bisa merasakan hal itu tapi aku kangen dengan rasa itu.

Jadi siapapun yang ingin merasakan hal yang aku rasakan, dengerin aja lagunya Adhitia Sofyan – Adelaide sky.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s