Antara Takdir dan Ceroboh

EDIT KECI;

Pertanyaan pertama sesaat setelah deg-degan reda adalah :

Apa maksud semua ini? Apakah aku sebodoh itu?

Aku mengalami dua kejadian yang mengagetkan di minggu ini. Dan ini cukup membuatku termangu sesaat, menyadai adakah ini sebuath pertanda atau hanya sebuah kebetulan semata.

 Minggu 2 November 2014.

Jam 2.15 aku berangkat dari kos menuju tempat janjian dengan kawan – kawanku di suatu tempat yang sudsh ditetapkan, perjalanan lancar seperti bisa sampai ketika aku berada di lampu merah dan actually aku berada di sebelah kiri karena tempat ketemuan itu tak jauh dari lampu merah ini.  Setahu aku sebelah kiri jalan memang di berikan kepada kendaraan baik mobil atau motor yang akan langsung belok ke arah kiri, kecuali ada larangan belok kiri langsung. Posisiku aku rasa sudah cukup kirai dan memberikan ruang yang cukup untuk mobil atau motor untuk bisa melewati, tapi dasarnya memag orang Indonesia itu selalu buru buru, ada saja kendaraan yang sengaja berhenti di sebelah kiriku. Mungkin mereka mengejar waktu atau apalah…

Dan saat lampu hijau menyala kejaidn itu terjadi,

Aku sudah di jalan dan member sign ke kiri sambil membunyikan klakson, dan sepersekian detik kemudian, aku merasa ban belakangku ditabrak sesuatu dan ketika aku melihat spion, satu sepeda motor oleng dan jatuh, motor dikendarai oleh seorang laki laki membonceng istri dan anaknya,

Aku berhanti dan kaku seketika, sang istri memarah marahi suaminya “ ayah si apa kuilang jangan ngebut”. Aku merasa bersalah saat itu, tapi aku juga gemetaran, aku takut…entah apa yang kutakutkan akupun tak tahu.

Dengan tangan yang masih gemetar aku mencoba menstarter motorku dan memarkirnya di tempat yang sudah di janjikan, sesaat aku ingin sekali membuka hp, benar saja…mereka mengubah tempat ketemuan…aku kaku…..

 Rabu,5 November 2014,

Hari itu hujan sore turun dengan derasnya, karena suatu hal aku harus segera meninggalkan kantor. Lalu dengan diiringi hujan aku bergegas menuju parkiran, memakai jaket anti hujan tetapi tak memakai celananya karena kau pikir hujan sudah sedikit reda.

Lalu kau dengan pede keluar dari gerbang dan tak kuduga genangan air masih ada di sepanjang jalan.

Dan karena kendaraan yang lewat selalu cepat maka cepretan air tak bisa dihindari, lalu aku mencoba menghindari dengan mengangkat kakiku,

Dan….tak kusadari kakiku mengenai kunci motor dan motorku berhanti tiba tiba…aku panic

Setelah aku lihat spion kendaraan sudah sedikit pelan,

Aku menuntun ke pinggir jalan, aku gemataran lagi.. ah begini rasanya ya ketakutan hampir ditabrak. Terluka, atau mati….

Aku tak bisa lagi menguraikan rasa tegang, takut dan marah kepada diri sendiri, kenapa aku bisa sebodoh dan seteledor itu, bukankah aku harus menjaga diriku sendiri menghargai hak hidupku sendiri dan orang lain. Semoga aku bisa lebih baik lagi esok.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s