SUKA ATAU TIDAK SUKA

images

(gambar dari coversden.com )

Sempet kepikiran satu kalimat beberapa hari ini :

“ aku tak memiliki alasan ketika menyukai sesuatu maka aku tak perlu alasan untuk membenci atau meninggalkan sesuatu”

Sejujurnya tak terlalu baru si di otakku, hanya saja ini kalimat sedang hitz banget dipikiranku, entah soal pekerjaan, temen kantor ataupun komunitas.

Aku sudah berkecimpung di bidang ini 3 tahun, yah tepat 25 oktober kemarin aku jadi pegawai teteap diperusahaan ini, menjadi seorang merchandiser bagian dari marketing adalah pilihan yang sudah kutetapkan. Aku tak tahu betapa aku mencurahkan hidupku untuk berlatih disini. Tetapi aku merasa ada yang berbah denganku. Yah bukankah setiap probadi harus berubah. Tentunya berubah menjadi orang yang lebih baik lagi. Faktanya entah ini bener atau salah tapi aku merasa menjadi orang lain ketika menjadi merchandiser. Maksud aku bukan menjadi merchandiser itu tidak baik dan perubahan karenanya jugatidak baik, hanya aku seperti berubah menjadi orang lain. Ini tidak hanya aku sadari, bahkan managerku pun berkata yang sama. Perubahan positif memang aku sambut dengan suka cita seperti aku lebih teratur, tegas dan agak sedikit rapi. Perubahan yang membuatku gamang adalah ketika aku berubah serius, sering naik darah dan jarang tersenyum dan bercanda. Perubahan yang terakhir ini yang membuatku berfikir aku bukan ikha yang dulu lagi. Menyedihkan bukan? Hheheheh. Jadi aku suka atau tidak ya bekerja disini….

Soal lingkungan pekerjaan, lingkungan garment sudah dianggap sebagai pabriknya perempuan, hampir 97% karyawannya adalah perempuan, tidak terkecuali bagian merchandiser. Dan bisa ditebak ketika banyak perempuan disuatu ruangan maka yang tercipta adalah gesekan gesekan social disbanding gesekan fisik. Aku sebenernya lelah menghadapi ini. Terlalu banyak orang akan membuat kita beradaptasi agar bisa bersosialisasi. Tapi jelas kerikil pasti ada. Nah yang menggangguku ini adalah rasa ketidak adilan yang aku rasakan untuk temenku. Satu kawan bekerja keras sekali dan sampai larut malam, satunya mengerjakan dengan seenaknya. Tetapi gaji yang didapatnya jauh berbeda, lebih banyak yang mengerjakan seenaknya. Aku merasa ini tidak adil, mengapa perusahaan memperlakukan karyawannya seperti ini. Sebenarnya kerjaan merchandiser atau MD lebih kepada detail jadi bukan hal yang sulit untuk dipelajari. Hanya perlu niat untuk melakukannya. Jadi menurut aku tak ada excuse untuk orang yang tidak niat bekerja diberi kesempatan lagi. Karena menurut aku keempatan yang diberikan sudah terlalu banyak. Ah mulai lagi kejudes an ku ini sifat baru yang kumiliki… judes.

Komunitas, yah apalah itu intinya aku sekarang sedang mengikuti komunitas, kemarin pas masuk si hanya buat nambah teman, emang bener si nambah temen dan manfaatnya. Oke bahas manfaatnya adalah aku merasa sedikit berguna untuk orang lain, entahlah menurut mereka. Mudhorotnya ahhahahah yah aku akui aku sedikit tidak nyaman dengan system kerjanya. Aku memang orang baru di dunia komunitas yang mengusung nilai edukasi dan social ini. Karena meurut aku sekali aku nyemplung ya basahin aja, tetapi ketika basah aku terluka oleh duri didalamnya, pilihannya ada dua, tetap berbasah basahan sampai luka tak dirasa atau pergi sejenak mengobati luka. Klise memang, tapi bukankah hidup adalah pilihan.

Semua yang aku hadapi saat ini terbentur oleh kata suka atau tidak suka, pekerjaan suka atau tidak suka aku memang harus melakukan kewajibanku sebagai karyawan, teman dan anggota komunitas. Aku tidak memiliki alasan untuk suka, bisa saja dulunya aku tidak suka tetapi aku memaksakan menyukainya ah lalu aku ingat ada seseorang yang pernah membutakanku dengan kalimat “ hidup adalah seni mengolah keterpaksaan” dan aku sudah melakukannya mungkin, aku mengolah ketidaksukaanku menjadi suka. Tapi apa selamanya aku harus mengolah keterpaksaanku?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s