KA(MAR)KU

kubertanya pada tembok ini
seberapa lama ia jadi saksi bisu kisahku
tapi dia hanya tersenyum
dan kembali membisu seperti sedia kala
melihatku mengais kisah – kisah perihku
memandangku merona saat aku bahagia
tapi dia tetap membisu
dan dia tetap jadi tembok

kubertanya pada bantal ini
seberapa banyak tetes air mataku membasahinya
tetes itu sekarang telah jadi lautan
membasahi lalu menelan semuanya
segala tangis telah membawaku menjadi kuat
tangis itu datang dan pergi melewatimu bantalku..
dan aku kembali bertanya padamu
mengapa kau tak tertelan tangisku
mengapa kau begitu sempurna untuk menghapus
air mataku…bukan dia

kubertanya pada tempat sampah
berapa keras aku menendangnya ketika aku marah
ah tissue – tissue dan kertas – kertas itu kau tampung
bahkan plastik dan robekan kain
serta serpihan ujung pensil pun kau tampung
tapi mengapa kau tak bisa menampung gundahku,
rasa sakit dan serpihan lukaku??
aku marah padamu…
mengapa kau begitu munafik?
kau bahkan dapat menampung ragaku
mengapa tak kau tampung jiwaku??
apakah jiwaku terlalu besar untukmu???

3 tanggapan untuk “KA(MAR)KU

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s