Naif

kita tak akan pernah tau kapan cinta datang pada kita. kadang kita baru menyadarinya ketika orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita dan kita kadang terlalu munafik untuk mengakuinya. apakah itu memang sifat dasar manusia? atau aku yang masih terlalu naif untuk selalu mempermasalahkan cinta yang menurutku memang tak akan ada habisnya, tapi apakah cinta memang tidak bisa dilogika? mengapa kita harus selalu berfikir kalau kita dibutakan oleh cinta mengapa tidak cinta saja yang dibutakan oleh kita? maksudku mengapa tidak kita saja yang mengatur cinta yang seperti apa yang harus hadir dan cinta seperti apa yang seharusnya tidak boleh ada dalam diri kita? aku sudah terlalu bosan dengan cinta yang selalu seenaknya hadir dan mengangguku…lalu pergi aku muak dengan cinta yang tak bisa kukendalikan aku marah dengan diriku sendiri yang sering terpedaya oleh cinta aku sudah muali tak percaya lagi bahwa cinta sejati itu ada karena aku belum menemukannya….. naifkah aku….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s