Kereta

Kereta ini melaju pelan sekali

Semburat emas menyembul dari ujung barat

Kemarin kereta ini meniti rel yang sama

Begitu pula mata ini

Melihat sebuah kehangatan di gubuk kecil itu

Meski bocor, kumuh, sempit

Tapi ada lentera menyala di sana

Terang nan hangat

Aku ingin tidur ditempat sehangat itu

Begitu pula telinga ini

Mendengarkan senandung penjual atas kereta

Menawarkan barang tanpa menjual sedikitpun harga dirinya

Menjual waktu yang tak terhenti ketika barang berubah pemiliknya

Senandung dangdut menggema di gerbong 4 malam ini

5 lagu mengalun panas membuat kupingku bergetar

15 ribu untuk nyanyian rindu dan goyangan pantatnya

Semurah itukah pantatnya dijual?

Kereta masih melaju sampai stasiun pasarturi

Menyambut datangku

Masih seperti kemarin saat aku pergi

Aku pulang

Surabaya

 

 

Surabay, 20-3-2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s