Untuk Sahabatku “MANMUT”

Persahabatan ternyata memang akan seperti kepompong, mengubah ulat menjadi kupu – kupu. Dengan cara yang indah atau sebaliknya….

Hari ini mungkin akan menjadi hari yang paling menyakitkan dalam hidupku. Salah satu sahabatku pergi dariku karena kebodohanku menyakiti dan membuatnya kecewa padaku. Sudah 5 hari sejak kejadian itu aku mencoba terus dan terus menghubunginya, meminta maaf padanya. Berharap ia kan menjadi sahabatku lagi merajut kisah bersama lagi. Tapi harapan hanya akan menjadi harapan setelah tadi malam SMS melesat ke Hp ku memudarkan semua harapan itu tak akan menjadi keyataan. SMS yang kuharapkan selama 5 hari menjadi penawar rasa bersalah ternyata membuatku harus menahan rasa pahit kekecewaan dan kemarahan pada diriku sendiri. Rasanya tak ingin membuka SMS itu, tapi aku harus kuat untuk menulisnya di sini untuk mengingatkan betapa bodohnya aku.

Tepuk pundak sahabatmu saat ia msh brsamamu.

Peluk dia saat ada d sisimu. Krn qta bru menyadari btapa qta mnyayangi mreka saat mreka tlah prgi.

Mngkin kata maaf bs qta ucapkan dgn mudahny. Tp adakalanya beribu maaf mnjadi tak berarti ktika kata2 dan sikap qta tlah membuatnya bgitu kcewa. Menyesal pun tak ada guna. Jadi tak ada yg bs qta perbuat, krn smuanya telah brubah, bahkan mngkin brakhir…”

 

Sekita 10 detik aku merasa kosong, tak tahu apakah ini mimpi buruk atau kenyataan pahit. Lalu mencoba mengkrosceknya. Sms 1 terkirim, tak ada balasan , ku telepon tak diangkat…..

Apa maksud dari semua ini.

Ya Allah apa lagi ini? Tak cukupkah kau ambil imut dariku kenapa harus ada satu lagi yang dipisahkan dariku. Air mataku tak dapat lagi kubendung.

Perasaan marah dan kecewa pada diri sendiri berkecamuk di dadaku. Perasaan tak percaya terus bergelayut dalam pikiranku sampai saat ini. Aku tak bisa membayangkan ketika aku bangun nanti tak akan ada lagi dia disampingku.

Teman jika menyesal tak ada gunanya, maka biarkanlah aku menyesalinya seumur hidupku, karena aku emang tak berguna

jika tangis takkan dapat merubah apapun, maka biarkan aku mengisi kebodohanku selamanya…..

Teman aku masih dan akan terus berharap kau kembali padaku, berukan aku kesempatan untuk membuatmu kembali padaku. Karena kau begitu berarti bagiku.

Jika semua sudah berubah atau berakhir, biarkan aku tetap menganggapmu ada. karena kau bukan masa lalu yang harus ku kenang. Tapi kau adalah bagian dari perjalanan hidupku dan selalu seperti itu. walaupun kau tak lagi ada disampingku, aku selalu merasa ada bagian jiwamu melekat padaku. Izinkanlah aku untuk tetap menganggapmu ada karena memang engkau selalu ada. 
Selamanya……

Maafkan aku…

 

(aku selalu menikmati setiap detik hidupku, begitu pula ketika aku menagis, aku selalu menikmatinya).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s