PALSU

Lalu enyahlah semua….

Begitu berartikah sebuah keangkuhan pada hatiku.

Entah sampai kapan

pantai akan selalu seperti ini

ombak masih bergulung dan menyapa lembut

tapi memiliki kekuatan menghancurkan karang

angin masih membelai menenangkan

tapi membuat rengkah pori – pori kulit

kenapa semua terasa begitu palsu dihadapanku

tatapan itu

keramahan itu

bahkan omongan itu

aku muak

aku bosan

kenapa semua begitu berat dipikiranku

kenapa tidak ku buang saja pikiranku

hingga semua teronggok busuk dalam tong sampah

atau perlu kularung dalam sungai nil

atau perlukah kubungkam dalam kuburan moral yang hangus dengan api – api neraka

lalu aku berbalik meninggalkan pamflet berisi keinginan

aku berlalu meninggalkan secuil roti kebersamaan

dan aku berlari meninggalkan topeng cita – cita

atau haruskah aku memperbaikinya

hingga semua menjadi begitu nyata bagiku….

 

 

( Ikha . .28 september 2006.)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s