Syukurku…

Lima hari yang lalu aku berdo’a

Tuhan….

Kenapa kau butakan mata hatiku?

Aku melihat matahari

Tapi tak merasakan sinarnya

Apakah aku harus berdiri menantangnya?

Tuhan….

Apa aku harus bersyukur

Bila merasakan angin menyapa pundakku?

Karena ngilu menghujam hatiku

Menghancurkan dan melumat nadiku

Menyesakkan nafasku

Lalu menancap di jiwaku.

Pisau takdir telah mengiris harapanku

Mengoyakkanku dalam sampah kehidupan

Apakah aku harus menangis

Bila air mata masuk ke rongga hidung

Lalu mengalir ke paru – paru

Dan menembus hati

Apakah hati akan mencernanya?

 

Lalu hari ini aku berdo’a

Tuhan untuk siapa aku berdo’a

Siapa aku yang berani meminta padaMu

Tuhan perlukah aku memohon lagi padaMu?

Karena kini aku masih berdo’a

 

 

( Ikha .28 september 2006.)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s