Penjilat

Aku lelah ketika harus menjilat
Merendahkan diri….
Mbebek !!!!!
Ludah – ludahku
Sudah penuh dengan liur – liur jijik yang penuh nanah
Rasanya hina sekali mulut ini
Ketika kata – kata indah keluar tuk mencari kesenangan pribadi
Mencela orang lain
Lalu
“Bisakah kita berhenti menjilat
Bahkan pada tuhan sekalipun”

Gedung biologi, 05 / 03 2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s