Curahan hati pada Puisi

Lama bgt g nulis. maklum aku terlalu lama hibernate ( biasa pooh )
pengen nulis tapi selalu ada yang ngalangin. tapi sekarang q pengen muat puisi-puisiku yang jelas ajah.

Gubeng Pagi Ini

Lalu ketika semuanya berlalu
Kemenenggelamkan kerelaan pergimu
Kumenenggelamkan Rasa itu
Rel – rel kereta api masih bergetar.
Semburat kepenatan masih tersisa
Hanya Rona – rona cahaya yang tak berdosa
Melukiskannya dalam – dalam.
Syukurkah aku padaMu
Marahkan aku padaMU
Tetes – tetes solar masih tercium
Seolah – olah menembus tiap nadi alirku
Lalu berlalukah ini semua.
Ketika malam mulai malas berdiri
Dan matahari mulai menghadang hari ini
Masihkah ada embun disana
Ataukah masihkan kita menyapa
“ Selamat Pagi”
Untuk burung yang sengaja bersiul
Untuk lalat yang sengaja merapat
Atau untuk kereta yang sebentar lagi
Menjemput……………..
Kursi ini tetap memanjang
Entah … pendek atau panjang
Aku tetap terpaku disini…

Raker, 5 Juni 2006

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s