KA(MAR)KU Oktober 11, 2010
Posted by ikhasukma in Uncategorized.trackback
kubertanya pada tembok ini
seberapa lama ia jadi saksi bisu kisahku
tapi dia hanya tersenyum
dan kembali membisu seperti sedia kala
melihatku mengais kisah – kisah perihku
memandangku merona saat aku bahagia
tapi dia tetap membisu
dan dia tetap jadi tembok
kubertanya pada bantal ini
seberapa banyak tetes air mataku membasahinya
tetes itu sekarang telah jadi lautan
membasahi lalu menelan semuanya
segala tangis telah membawaku menjadi kuat
tangis itu datang dan pergi melewatimu bantalku..
dan aku kembali bertanya padamu
mengapa kau tak tertelan tangisku
mengapa kau begitu sempurna untuk menghapus
air mataku…bukan dia
kubertanya pada tempat sampah
berapa keras aku menendangnya ketika aku marah
ah tissue – tissue dan kertas – kertas itu kau tampung
bahkan plastik dan robekan kain
serta serpihan ujung pensil pun kau tampung
tapi mengapa kau tak bisa menampung gundahku,
rasa sakit dan serpihan lukaku??
aku marah padamu…
mengapa kau begitu munafik?
kau bahkan dapat menampung ragaku
mengapa tak kau tampung jiwaku??
apakah jiwaku terlalu besar untukmu???
Coba tanya pada rumput yang bergoyang.. Barangkali dia bisa menentramkan gundah gulana hatimu…
Iya saya sedang mencari rumput yg bergoyang….